Sektor teknik dan konstruksi tertinggal jauh dari industri-industri lain dalam hal optimisasi, transfer pengetahuan, dan prinsip lean. Proyek konstruksi saat ini masih dilakukan dengan cara yang sangat mirip dengan proyek konstruksi beberapa dekade lalu, pekerjaan kebanyakan dilaksanakan di lokasi proyek dengan sangat sedikit automasi dan optimisasi. Salah satu permasalahan terbesar konstruksi adalah lokasi. Memang mungkin untuk menerapkan prinsip lean di lokasi proyek sampai tingkat tertentu tetapi lokasi proyek tidak benar-benar kondusif untuk penerapan prinsip lean. Potensi penuh prinsip lean dalam proses konstruksi, transportasi, dan logistik sulit untuk direalisasikan di luar lingkungan pabrik. Masalah lainnya adalah kurangnya perhatian industri konstruksi dalam transfer pengetahuan.
Baca disini : https://prefab.id/
Memang benar setiap proyek unik dan hanya dilaksanakan satu kali tetapi bukan berarti setiap proyek harus dianggap sebagai tantangan individu. Sebuah proyek tentu saja memiliki karakteristik yang sama dengan proyek-proyek sebelumya dan akan mendapatkan banyak manfaat dari ilmu/pengetahuan dari proyek-proyek tersebut. Walau demikian masih sedikit perusahaan yang memiliki kebijakan transfer pengetahuan yang sistematis. Akibatnya, industri konstruksi hampir tidak mengalami peningkatan produktivitas dalam beberapa generasi dan memiliki track record yang jelek dalam hal anggaran. Kekurangan terakhir dalam industri konstruksi adalah kurangnya perlindungan lingkungan dan sumber daya. Sampai saat ini konstruksi masih merupakan pengguna bahan baku terbesar dan bangunan bertanggung jawab atas sekitar 30% emisi gas rumah kaca.