<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
		<id>https://wiki.haxogreen.lu/2016/w/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Resultinfoindo</id>
		<title>Haxogreen 2016 Wiki - User contributions [en]</title>
		<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.haxogreen.lu/2016/w/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Resultinfoindo"/>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.haxogreen.lu/2016/wiki/Special:Contributions/Resultinfoindo"/>
		<updated>2026-05-21T14:34:06Z</updated>
		<subtitle>User contributions</subtitle>
		<generator>MediaWiki 1.26.2</generator>

	<entry>
		<id>https://wiki.haxogreen.lu/2016/w/index.php?title=User:Resultinfoindo&amp;diff=41672</id>
		<title>User:Resultinfoindo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.haxogreen.lu/2016/w/index.php?title=User:Resultinfoindo&amp;diff=41672"/>
				<updated>2020-04-25T16:51:49Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Resultinfoindo: corona&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Cara Virus Menginfeksi Sel Inang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Virus Corona masuk pada saluran napas, dia akan menempel pada reseptor sel inang. Kemudian secara endotosis yaitu dia masuk dengan cara membuat celah pada membran sel. Maka masuklah dia ke dalam sel, lebih tepatnya di dalam sitoplasma sel.  Saat inilah asam nukleat virus aktif menyandi produksi enzim yang mereka butuhkan. Karena virus tidak memiliki enzim untuk  membuat protein dan energi. Dengan mudahnya virus melakukan ini. More detail, check disini https://www.resulinfo.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah virus berhasil memperbanyak diri. Lalu apa selanjutnya? Ada beberapa kemungkinan; virus keluar meninggalkan sel inang. Sel inang bengkak atau mati. Kemudian virus mencari sel inang di sekitarnya, untuk diinfeksi. Bahkan mereka dapat menyebar ke organ jauh seperti ke saluran pencernaan. Bisa juga mereka menetap di dalam sel inang sebagai infeksi persisten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses Infeksi dan memperbanyak diri tidak akan berlanjut jika sel inang tidak membiarkan hal itu terjadi. Maka infeksi akan abortif, virus mati. Ini bisa tercapai bila daya tahan tubuh dan sikap inang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara alami, saat virus infeksi sel inang. Tubuh melawan. Ini disebut fase eclipse. Ini saat menentukan apakah infeski berlanjut atau virus mati. Tergantung kuat-kuatan imunitas tubuh dan daya infeksi virus. Jika inang lemah maka infeksi berlanjut. Perlu masa inkubasi, ada melaporkan 3-14 hari. Gejala yang dapat dirasakan oleh penderita. Seperti infeksi umum lainnya merasakan demam, sakit kepala, hidung tersumbat, batuk, hidung berair, nyeri tenggorokan. Atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat seperti: demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Diare jika infeksi ke saluran cerna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, bisa juga menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terapi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersifat suportif, yaitu untuk mengatasi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Penderita sebaiknya dirawat di rumah sakit. Diisolasi di ruang khusus untuk pemulihan kesehatan dan untuk mencegah penularan ke orang lain. Tentu profesional rumah sakit memiliki SOP.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Resultinfoindo</name></author>	</entry>

	</feed>